5 Hal yang bisa merugikan Anda sebagai Pemilik Proyek dalam Proses Pembangunan Bangunan

5 Hal yang bisa merugikan Anda sebagai Pemilik Proyek dalam Proses Pembangunan Bangunan

5 Hal yang bisa merugikan Anda sebagai Pemilik Proyek dalam Proses Pembangunan Bangunan

5 Hal yang bisa merugikan Anda sebagai Pemilik Proyek dalam Proses Pembangunan Bangunan

pexels-photo-147422.jpeg

Sebuah proses pembangunan bangunan baik itu rumah yang sederhana, bangunan bertingkat rendah sampai dengan 4 lantai, hingga bangunan pencakar langit selalu menyimpan masalah tersembunyi yang banyak tidak disadari oleh Pemilik yang mendanai pekerjaan tersebut.

Proses pembangunan baik bangunan baru ataupun renovasi bisa kita sebut sebagai Proyek.

Berikut ini adalah 5 hal tersembunyi yang bisa merugikan Anda sebagai Pemilik Proyek:

1. Ketidakjelasan

Hal ini yang paling sering terjadi di dalam setiap proyek yaitu ketidakjelasan mengenai lingkup atau batasan pekerjaan proyek (mencakup tujuan, anggaran, kualitas dan waktu). Singkat kata, kita tidak tahu apa yang kita mau.

 

2. Gambar Berjalan

Terjadinya keadaan Gambar Berjalan disebabkan tidak lain karena Ketidakjelasan sejak awal. Hal ini terjadi ditandai dengan selalu terjadi perubahan pada gambar rencana yang biasanya dibuat olek Arsitek Perencana. Gambar yang terus menerus berubah atau direvisi sangat berpengaruh pada hal berikut ini yaitu Waktu Pengerjaan.

 

3. Waktu Pengerjaan

Setiap proyek biasanya ditentukan kapan waktu mulai dan kapan waktu selesai. Dari rangkaian besar kapan waktu mulai dan kapan waktu selesai tersebut kemudian dipecah-pecah lagi per tahap, bagian dan hingga per kegiatan terkecil.

Sering sekali kita mengabaikan hal-hal kegiatan terkecil dengan berpikir tidak masalah apabila 1 kegiatan tertunda 1-2 hari. Namun inilah sumber masalah yang apabila tidak segera ditangani dengan baik maka akan berakibat fatal pada keseluruhan proyek. Dampaknya pun akan langsung kepada masalah berikutnya yaitu Finansial

 

4. Finansial

Hal finansial disini bisa berarti sempit maupun luas tergantung pada jenis proyek dan besar kecilnya lingkup pekerjaan.

Namun secara umum kerugian Finansial bisa sangat langsung dilihat melalui perhitungan yaitu:

  • Keterlambatan 1 hari per kegiatan akan berakibat membengkaknya biaya proyek harian. Contohnya adalah pada membengkaknya biaya tenaga kerja. Semakin banyak keterlambatannya, maka ini merupakan kerugian terbesar yaitu menjadi faktor kali pembengkakan biaya.
  • Apabila ini merupakan proyek komersial yang mana akan digunakan sebagai tempat usaha, maka akan terjadi Kerugian Pendapatan Potensial. Contohnya adalah apabila membangun sebuah hotel, maka biasanya hotel itu akan memanfaatkan momentum hari raya sebagai hari libur sehingga diharapkan pada saat hari raya atau hari libur yang cukup panjang maka bisa menjadi target potensi mendapatkan penghasilan yaitu hotel mulai beroperasi dan mulai menerima tamu yang menginap. Apabila terjadi keterlambatan hingga saat hari libur tersebut hotel belum bisa beroperasi maka Potensi Pendapatan akan hilang begitu saja.
  • Dan apabila proyek tersebut didanai melalui pinjaman dari lembaga keuangan seperti perbankan, maka akan terjadi Kerugian Beban Bunga.
    • Artinya setiap pembengkakan biaya akan berakibat pada besarnya bunga dari setiap pembengkakan biaya yang terjadi.
    • Selain itu artinya juga semakin lama proyek selesai, maka semakin lama Pemilik Proyek harus menanggung beban pembayaran bunga yang juga akan semakin besar. Contoh, apabila proyek sebesar 1 Miliar rupiah didanai dengan pinjaman perbankan, maka setiap bulan keterlambatan Pemilik Proyek akan mengalami kerugian beban bunga sebesar 10 juta rupiah (dengan asumsi 1% per bulan)

 

5. Kualitas

Kualitas adalah hal yang paling akhir terkena dampak dari terlambatnya pengerjaan sebuah proyek.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor:

  • mental pelaksana yang semakin merosot karena sebuah pekerjaan yang sama dilakukan dengan lambat atau berulang-ulang karena ketidakjelasan. Akibatnya adalah pelaksana pekerjaan akan mulai bosan dan malas sehingga kualitas pekerjaannya akan merosot
  • pada saat sudah terjadi keterlambatan yang serius, biasanya Pemilik Proyek akan mulai agresif dan memaksa Pelaksana pekerjaan untuk segera menyelesaikan proyek secepat mungkin. Dalam situasi seperti ini maka semua pekerjaan akan dilakukan secara terburu-buru, dan kita semua tentu bisa membayangkan bagaimana akibatnya apabila pekerjaan itu dikerjakan dengan terburu-buru.

Pada akhirnya kerugian terbesar akan dirasakan oleh Pemilik Proyek.

 

Agar Pemilik Proyek terhindar dari 5 masalah diatas, maka perlu dilakukan hal-hal berikut ini:

  1. Perencanaan yang baik dengan bekerja sama dengan Arsitek Perencana yang baik dan berpengalaman. Mereka bukan hanya bisa mendesain dengan baik, namun mereka bisa memberikan arahan dengan pengalaman yang mereka miliki agar anda sebagai pemilik terhindar dalam masalah-masalah diatas
  2. Melakukan pengontrolan secara ketat pelaksanaan rencana kegiatan proyek. Apabila Pemilik Proyek sangat sibuk sehingga tidak dapat melakukan hal tersebut, maka Pemilik Proyek bisa meminta lembaga konsultan sebagai Manajemen Konstruksi atau merekrut orang yang berpengalaman untuk pengawasan proyek.
  3. Pilih Kontraktor dan Sub-kontraktor yang memiliki reputasi yang jelas dengan track-record yang terbukti dapat melaksanakan proyek sesuai jadwal manajemen proyek yang telah disepakati.

 

 

 

Avatar.jpgHerry Sariono adalah seorang profesional yang berpengalaman dalam manajemen proyek baik fisik maupun non-fisik. Saat ini beliau adalah Direktur PT Fentura Windows Asia yang bergerak dalam penyediaan produk jendela dan pintu yang berkualitas dengan Merk Jendela UPVC Fentura.

 

 

Herry

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *